Semua orang tahu bahwa kita membutuhkan udara untuk bertahan hidup. Sebenarnya, Anda bahkan tidak bisa membayangkan hidup tanpanya selama beberapa menit. Akibatnya, kesehatan Anda terpengaruh oleh cara Anda bernafas. Dengan mengendalikan pernapasan, Anda membantu serangkaian proses yang luar biasa yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa proses ini meliputi ekspresi gen yang penting, jalur inflamasi, perawatan otak, tekanan darah, denyut jantung, tingkat energi, persepsi nyeri, keadaan emosional, dan respon stres.
Inilah salah satu alasan mengapa Anda harus memberi perhatian pada cara Anda bernafas dan perubahan kecil harus dilakukan dengan serius.
Jika Anda mengalami pernapasan dangkal yang cepat maka bisa memiliki berbagai penyebab, mulai dari yang parah hingga fatal.
Menurut Medline Plus, tingkat pernapasan normal untuk orang dewasa saat istirahat adalah 8 sampai 16 napas per menit. Untuk bayi, tingkat normal sampai 44 napas per menit (1).
Tapi, jika pernapasan cepat dan dangkal, juga disebut takiknea, Anda mulai lebih banyak bernafas daripada biasanya dalam waktu tertentu. Istilah hiperventilasi bahkan digunakan untuk pernapasan yang cepat dan dalam.
Takipnea bisa jadi akibat dari berbagai kondisi dan Anda perlu menentukan penyebab sebenarnya sebelum Anda menerapkan rencana perawatan. Selalu ingat bahwa mendapatkan perawatan segera dapat membantu mencegah komplikasi.
Berikut adalah beberapa penyebab umum pernapasan dangkal yang cepat.
1. Asma
Asma jelas merupakan salah satu hal pertama yang muncul dalam pikiran seseorang saat kita berbicara tentang pernapasan cepat dan dangkal. Sebenarnya, pernapasan cepat dan dangkal merupakan gejala umum serangan asma.
Asma adalah penyakit radang kronis pada paru-paru dimana saluran udara sempit, sehingga sulit bernafas. Selain dangkal, pernapasan cepat gejala asma lainnya termasuk batuk (terutama pada malam hari), mengi dan dada sesak, nyeri, atau tekanan.
Asma bisa sangat serius jika tidak diobati dengan benar dan dianjurkan menemui dokter untuk perawatan yang tepat.
Meskipun ada kemajuan besar dalam pengobatan asma dan pengembangan beberapa pedoman asma, orang masih meninggal karena asma saat ini. Menurut perkiraan WHO terbaru, ada 383.000 kematian akibat asma pada 2015 (2).
2. Tersedak
Tersedak juga bisa menjadi alasan di balik pernapasan cepat dan dangkal, terutama pada bayi. Hal ini juga dapat menyebabkan pernapasan dangkal pada orang dewasa juga.
Jika anak Anda cepat bernafas dan berjuang untuk mendapatkan udara yang cukup, jangan panik saat anak Anda tersedak. Satu tersedak saat sebuah benda memblokir sebagian atau seluruhnya jalan napas.
Penting agar mereka tetap tenang dan mencoba menenangkan bayinya juga. Usahakan membuka mulut anak Anda dan melihat apa yang menyebabkan penyumbatan.
Saat anak bernafas dengan cepat itu berarti jalan nafas tidak tersumbat sepenuhnya tapi mungkin hanya sebagian. Namun, jika anak masih kesulitan bernafas maka yang terbaik adalah memanggil layanan darurat tanpa ada penundaan.
Menurut Cedera Fakta 2017, tersedak adalah penyebab utama keempat dari kematian yang tidak disengaja (3).
3. Pneumonia
Pneumonia adalah kondisi pernafasan yang dapat menyebabkan pernapasan cepat dan dangkal.
Kondisi pernafasan ini ditandai dengan pembengkakan paru-paru akibat infeksi bakteri, virus atau jamur. Hal ini dapat mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa.
Gejala pneumonia lainnya termasuk demam, kurang nafsu makan, mengi, kelelahan, mual, dan perubahan dalam mewarnai.
Pneumonia bisa mematikan bagi orang tua dan bayi serta orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Makanya, jika seseorang menunjukkan gejala pneumonia maka penting untuk segera berkonsultasi ke dokter.
4. Serangan Anxiety
Serangan kegelisahan, yang juga disebut serangan panik, juga bisa menyebabkan nafas cepat dan dangkal.
Sebenarnya, saat menghadapi segala jenis kecemasan atau ketakutan, orang cenderung bernafas di paru-paru atas (dada bagian atas) dengan napas dangkal dan cepat, dan bukannya bernapas ke paru-paru bagian bawah mereka.
Gejala kecemasan lainnya termasuk pusing, benjolan di tenggorokan, kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki, mual, dan kebingungan.
Perubahan pola nafas jenis ini bersifat sementara, dan segera dengan pernapasan terkontrol, Anda bisa mengurangi gejalanya.
5. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
PPOK, yang didefinisikan sebagai kelompok kondisi paru-paru yang menyulitkan udara kosong keluar dari paru-paru karena saluran udara yang menyempit juga bisa menyebabkan pernapasan cepat dan dangkal.
PPOK bisa jadi karena bronkitis kronis atau emfisema. Bronkitis adalah radang saluran udara, sedangkan emfisema adalah penghancuran kantung udara di paru-paru.
Pernapasan dangkal yang cepat pada orang dengan COPD biasanya disebabkan oleh tingkat oksigen yang terlalu rendah (tekanan parsial oksigen atau pO2), atau terlalu tinggi tingkat karbon dioksida. Kedua situasi tersebut menstimulasi pernapasan dangkal yang cepat.

EmoticonEmoticon